loading...

Senin, 20 Juni 2016

INILAH NASIB Aplikasi Web di Masa Depan Menurut Direktur Google si Perusahaan Raksasa International


INILAH NASIB Aplikasi Web di Masa Depan Menurut Direktur Google si Perusahaan Raksasa International

Google launched the 50th version of their flagship browser, Chrome. Currently, the latest version can be enjoyed by users of Chrome on Windows-based PC, Mac, and Linux. Google says that the update to Android and iOS in the region will also be following tomorrow (21/4).

Welcoming the launch, Tech in Asia got a chance to talk to Rahul Roy-Chowdhury, Director of Product Management Chrome, via video call. Rahul explains some interesting things related to the use of web applications in the future and the development of Chrome today.

Aplikasi web atau aplikasi mobile?

INILAH NASIB Aplikasi Web di Masa Depan Menurut Direktur Google si Perusahaan Raksasa International

Berbicara tentang perbandingan antara aplikasi web dan aplikasi mobile yang sekarang muncul, Rahul menjelaskan bahwa kedua jenis aplikasi ini memiliki kelebihan masing-masing. "Aplikasi mobile yang membuatnya lebih mudah untuk mengakses layanan. Namun, pengembang tidak boleh lupa bahwa sebagian besar pengguna enggan untuk men-download terlalu banyak aplikasi, dan hanya menggunakan beberapa aplikasi utama saja," kata Rahul.

Sebaliknya, meskipun memiliki beberapa keterbatasan, aplikasi web masih banyak digunakan. Alasannya adalah karena dapat lebih mudah bagi pengguna untuk menemukan situs dan layanan baru. Aplikasi web juga dapat diakses dari sistem operasi, tidak hanya dalam beberapa sistem operasi seperti hanya Android dan iOS contoh.

"Aplikasi web memiliki kemampuan yang luar biasa. Dengan bantuan link dan kehadiran mesin pencari, kami menciptakan layanan yang dapat dikenal masyarakat," kata Rahul.

Untuk mengatasi perbedaan dalam dua jenis aplikasi, bahkan Google telah meluncurkan layanan yang memungkinkan Anda untuk menggunakan aplikasi mobile melalui browser.

Masa depan yang cerah untuk aplikasi web

Menurut Rahul, aplikasi web akan mengalami banyak perubahan yang lebih baik dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu teknologi yang dilirik saat ini adalah Progressive Web App (PWA). Dengan PWA, pengembang dapat membawa sebuah situs untuk terlihat mirip dengan tampilan aplikasi mobile.

"Saat ini PWA telah diterapkan oleh Flipkart di India. Dan dalam waktu dekat akan segera diikuti oleh beberapa situs di Indonesia seperti Kaskus, Bukalapak, dan Babe," kata Rahul.

INILAH NASIB Aplikasi Web di Masa Depan Menurut Direktur Google si Perusahaan Raksasa International

Tentang Chrome, karena browser mulai membangun delapan tahun yang lalu, Google selalu berprinsip jika browser Chrome harus cepat, mudah, dan aman saat digunakan. "Tanpa browser yang memenuhi tiga hal ini, setiap aplikasi web canggih tidak akan ada gunanya," kata Rahul.

Dan sejauh ini, Chrome terbukti berhasil memenuhi tiga hal ini. Menyimpan fungsi data ke Chrome berhasil menyelamatkan dua juta kuota GB pengguna internet setiap bulan.

Selain itu, Chrome juga telah diterjemahkan sebanyak 3,6 miliar halaman web bahasa asing setiap bulan agar lebih mudah dipahami. Dalam hal keamanan, Chrome mencatat bahwa mereka telah mencegah pengguna dari mengakses situs yang tidak aman sebanyak 145 juta kali setiap bulan.

Khusus dalam hal browser kecepatan internet dan menyimpan kuota pengguna, Rahul mengakui bahwa Chrome belajar banyak dari Indonesia dan India. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka belajar bahwa smartphone adalah perangkat utama yang digunakan oleh orang-orang dari kedua negara dalam mengakses internet.

"Sejak dua tahun lalu, kita belajar lebih banyak tentang bagaimana orang-orang Indonesia dan India dalam menggunakan Internet. Dan kami terkejut melihat bagaimana mereka sering mematikan untuk menyimpan akses data kuota internet," kata Rahul.

Dari berbagai fenomena yang mereka temui, Chrome akhirnya mencoba beberapa hal untuk mempercepat browser mereka untuk menampilkan halaman situs, sambil menyimpan data pengguna yang harus didownload. Satu hal yang mereka lakukan adalah untuk men-download gambar yang penting, dari halaman web tidak bisa diakses untuk pengguna.

Menariknya, setelah melakukannya, banyak pengguna di negara-negara maju yang ikut senang dengan update Chrome ini. "Ternyata di Silicon Valley meskipun, ada beberapa tempat yang memiliki koneksi internet yang buruk. Pengguna Chrome ada begitu terlibat membantu dengan kecepatan Chrome saat ini," kata Rahul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar